Sabtu, 05 November 2011

Makalah Disiplin Belajar Mahasiswa

PENULISAN KARYA ILMIAH
”DISIPLIN BELAJAR MAHASISWA

MAKALAH

oleh

SURATMAN K. TOMYLI
NIM 131410035
KLS 2.1
                                      




UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
TAHUN 2010/201

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul "Disiplin belajar mahasiswa" ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. makalah ini disusun sebagai tugas untuk mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah.
Keberhasilan penulis dalam penulisan makalah ini tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini, sehingga dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.



Penulis


DAFTAR ISI




DAFTAR GAMBAR



DAFTAR TABEL


BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Sehubungan dengan unpaya meningkatkan mutu dan kualitas intelektual mahasiswa UNG, mahasiswa di tuntut agar mempunyai sikap disiplin tinggi  terutama disiplin dalam belajar. Disiplin belajar penting diterapkan di bangku perkuliahhan oleh dosen dan mahasiswa. Disiplin merupakan pengaruh yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menghadapi lingkungan. Disiplin tumbuh dari kebutuhan menjaga keseimbangan antara kecenderungan keinginan individu untuk berbuat agar memperoleh sesuatu dengan pembatasan atau peraturan yang diperlukan oleh lingkungan terhadap dirinya.
Disiplin merupakan suatu sikap yang menunjukkan kesediaan untuk menepati atau mematuhi dan mendukung ketentuan, tata tertib peraturan, nilai serta kaidah-kaidah yang berlaku. Dengan demikian, disiplin bukanlah suatu yang dibawa sejak awal, tetapi merupakan sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor ajar atau pendidikan. Perilaku disiplin bagi mahasiswa adalah salah satu kunci sukses untuk dapat meraih prestasi yang maksimal. Fungsi utama disiplin adalah untuk mengajar mengendalikan diri dengan mudah menghormati dan mematuhi aturan Oleh karena itu, seseorang yang disiplin dalam kehidupannya, akan dengan mudah mencapai keberhasilan. Dalam prakteknya, kedisiplinan memerlukan konsistensi dari setiap individu dalam melaksanakannya. Disiplin memerlukan pemahaman yang mendalam bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan, karena di dalam disiplin terkandung unsur-unsur yang harus dipenuhi atau dijalankan.
Namun sehubungan dengan hal tersebut masih terdapat mahasiswa yang tidak disiplin dalam belajar, dengan bukti yang ada seperti pada waktu jam mata kuliah sedang berlangsung ada mahasiswa yang terlambat masuk, ada mahasiswa vang tidak hadir, ada pula yang hanya bermain, bercerita, dan ada pula mahasiswa yang tidak memasukan tugas.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana disiplin belajar Mahasiswa ?
  2. Faktor – faktor yang mempengaruhi disiplin belajar Mahasisa?
  3. Apakah pentingnya disiplin belajar bagi mahasiswa?

1.3  Tujuan Penulisan

1.                  Untuk mengetahui disiplin belajar mahasiswa
2.                  Untuk mengetahui factor – factor yang mempengaruhi disiplin belajar mahasiswa.
3.                  Untuk mengetahui pentingnya disiplin belajar mahasiswa

1.4  Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui disiplin belajar mahasiswa, faktor – faktor yang mempengaruhi disiplin belajar mahasiswa, dan pentingnya disiplin belajar bagi mahasiswa.












BAB II TEORITIS DAN PEMBAHSAN

2.1 Kajian Teori

2.1.1 Landasan Teori


Disiplin dalam pengertian yang amat dasar ada dua yaitu:
1)  Ketaatan pada tata tertib
2) Latihan batin dan watak dengan maksud akan mentaati peraturan .
jadi arti disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan tata tertib, karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinya. Dilihat dari sudut pandang sosiologis dan psikologis, disiplin adalah suatu proses belajar mengembangkan kebiasaan–kebiasaan, penugasan diri, dan mengakui tanggung jawab pribadinya terhadap masyarakat.
Disiplin adalah sikap patuh terhadap peraturan yang berlaku, sikap disiplin sangat penting dalam kegiatan perkuliahhan di kampus. Sikap tersebut dapat menciptakan suasana perkuliahhan yang nyaman dan kondusif, dengan bersikap disiplin mahasiswa dapat mencapai tujuan perkuliahhan. Sikap disiplin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi perkuliahhan. Apabila seorang mahasiswa memiliki sikap disiplin dalam kegiatan perkuliahhan, maka kepatuhan dan ketekunan perkuliahhan akan terus meningkat sehingga membuat prestasi kuliah meningkat juga.
Unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian disiplin mencakup beberapa hal, diantaranya:
1.      Taat, artinya selalu patuh pada peraturan yang berlaku. Ketaatan didalam disiplin belajar diperlukan supaya setiap waktu yang ada dapat digunakan secara seimbang. Disiplin belajar bukanlah menggunakan semua waktu yang ada hanya untuk belajar akan tetapi diimbangi dengan kegiatan lain.
2.      Tertib, berarti mengerjakan kegiatan dengan kesadaran secara sistematis untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Didalam kuliah mahasiswa secaara sistematis (terarah) yaitu didalam kegiatan perkuliahhan sebaiknya mahasiswa menentukkan arah dan tujuan dari perkuliahhan sehingga dengan begitu akan tercapai hasil yang efektif dan efesien, dan
3.      Tanggung Jawab, adalah kegiatan yang dikerjakan dengan penuh rasa memiliki dan rasa memiliki dan rasanya menjaganya agar setiap kegiatan yang dikerjakan betul-betul dapat dipercaya kebenaranya. Pada saat kuliah diperlukan adanya rasa tanggung jawab dari dalam diri mahasiswa supaya pada saat kulia menumbuhkan  rasa memiliki kewajiban untuk belajar sehingga akan membuat mahasiswa lebih terfokus pada pelajaran yang dipelajari dan bukan pada hal lain.
Jadi apabila mahasiswa memiliki sikap disiplin yang tinggi dalam kegiatan kuliah tentunya prestasi belajar yang diperoleh menjadi baik. Sebaliknya jika mahasiswa tidak memiliki sikap disiplin dalam belajar maka kegiatan belajarnya tidak terencana dengan baik sehingga kegiatan belajarnya tidak teratur dan membuat prestasi belajar akan menurun.
Ø      menurut Hurlock (1999: 82) disiplin yaitu suatu cara masyarakat untuk
mengajar anak perilaku moral yang disetujui kelompok. Tujuan seluruh
disiplin adalah membentuk perilaku sedemikian rupa hingga ia akan sesuai
dengan peran – peran yang ditetapkan kelompok budaya, tempat individu itu
diidentifikasinya.
Ø      Prijodarminto, (1994: 23). Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian perilaku dalam kehidupannya. Perilaku itu tercipta melalui proses binaan melalui keluarga, pendidikan dan pengalaman.
Ø       Menurut Gerakan Disiplin Nasional (GDN 1996:29-30) menyatakan “disiplin adalah alat untuk menciptakan perilaku dan tata tertib manusia sebagai pribadi maupun sebagai kelompok masyarakat. Disiplin disini berarti hukuman atau sanksi yang berbobot mengatur dan mengendalikan perilaku”.
Ø      Menurut Rachman (1999:168) menyatakan Disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya.
Ø      Effendi dan Praja (985: 102) menyatakan bahwa belajar adalah suatu
proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh
kebiasaan, pengetahuan, sikap dan sesuatu yang baru sebagai hasil
pengalaman yang dilaluinya.
Ø      Slameto (2003:2) menyatakan “belajar adalah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
 

Jadi pengertian disiplin belajar berdasarkan beberapa pendapat di atas bahwa disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan atau tata tertib yang berlaku untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
 Dan disiplin belajar dalam penelitian ini adalah sikap siswa yang terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai – nilai ketaatan, dan keteraturan berdasarkan acuan nilai moral individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang mencakup perubahan berfikir, sikap dan tindakan yang sesuai dengan standar sosial.

2.1.2 Temuan Lapangan

Ø      Factor – factor yang dapat mempengaruhi disiplin belajar mahasiswa yaitu
Menuru (Suryabrata, 1998:249) . Faktor-faktor yang mempengaruhi  disiplin belajar adalah sebagai berikut :
1.      Faktor yang berasal dari luar diri.
Faktor dari luar dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a) Faktor non – sosial, seperti keadaan uadara, suhu udara, waktu, tempat
dan alat – alat yang dipakai untuk belajar. Mahsiswa yang memiliki tempat belajar yang teratur dan memiliki buku penunjang pelajaran cenderung lebih disiplin dalam belajar.
 
b) Faktor soial, terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan kampus,
lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. mahasiswa yang tinggal dalam lingkungan yang tertib tentunya siswa tersebut akan menjalani tata tertib yang ada di lingkungannya.

2.      Faktor yang berasal dari dalam diri 
      Faktor yang berasal dari dalam diri dibagi menjadi dua yaitu
a.        Faktor fisiologis,
yang termasuk dalam faktor fisiologis antara lain, pendengaran, penglihatan, kesegaran jani, keletihan, kekurangan gizi, kurang tidur dan sakit yang di derita. Faktor fisiologis ikut berperan dalam menentukan disiplin blajar mahasiswa. mahasiswa yang tidak menderita sakit cenderung lebih disiplin dibandingkan mahasiswa yang menderita sakit dan bedannya keletihan.
b.                                          Faktor Psikologis
                        Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi proses belajar antara lain:
(1) Minat
Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prsetasi belajar. Seseorang yang tinggi minatnya dalam mempelajari sesuatu akan dapat meraih hasil yang tinggi pula. Apabila mahasiswa memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran akan cenderung disiplin dalam belajar.
(2) Bakat
                        Bakat merupakan faktor yang besar peranannya dalam proses belajar. Mempelajari sesuatu sesuai dengan bakatnya akan memperoleh hasil yang lebih baik.
(3) Motivasi
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Fungsi motivasi dalam belajar adalah untuk memberikan semangat pada seseorang daam belajar untuk mencapaitujuan.
(4) Konsentrasi
Konsentrasi dapat diartikan sebagai suatu pemusatan energi psikis yang dilakukan untuk suatu kegiatan tertentu secara sadar terhadap suatu obyek (materi pelajaran).
(5)Kemampuan kognitif
      Tujuan belajar mencakup tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Namun kemampuan kognitif lebih diutamakan, sehingga dalam menacapai hasil belajar faktor kemampuan kognitif lebih diutamakan. Faktor eksternal dan internal tersebut memiliki peranan yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam belajar. Untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses belajar, maka dituntut adanya keseimbangan di antara keduanya. Jika salah satu faktor tersebut ada kekurangan akan berpengaruh pada hasil belajar.
Selain faktor di atas, faktor tujuan juga berpengaruh terhadap kedisiplinan seseorang. Tujuan yang dimaksud di sini adalah tujuan yang berkaitan dengan penanaman kedisiplinan. Agar penanaman kedisiplinan kepada mahasiswa dapat berhasil, maka tujuan tersebut harus ditetapkan dengan jelas, termasuk penentuan kriteria pencapaian tujuan penanaman kedisiplinan di kampus.
NO
Faktor yang mempengaruhi
Persentase
1
Lingkungan keluarga
30
2
Lingkungan Sekolah
40
3
Lingkungan Masyarakat
30


Ø      Pentingnya disiplin mahasiswa dalam belajar
Menurut Maman Rachman dalam Tu’u (2004:35) pentingnya disiplin bagi mahasiswa sebagai berikut:
a. Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang.
b. Membantu mahasiswa memahami dan meyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
c. Cara menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukkan peserta didik     terhadap lingkungannya.
d. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu    lainnya.
e. Menjauhi mahasiswa melakukan hal-hal yang dilarang .
f. Mendorong mahasiswa melakukan hal-hal yang baik dan benar.
g. Peserta didik belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif   dan bermanfaat baginya dan lingkungannya.
h. Kebiasaan baik itu menyebabkan ketenangan jiwanya dan lingkungannya.
Disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri
Tu’u (2004:37) mengatakan “disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan”. Disiplin itu penting karena alasan berikut ini.
1)  Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, mahasiswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya, mahasiswa yang kerap kali melanggar ketentuan yang ada pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.
2)  Tanpa disiplin yang baik, suasana perkuliahhan, menjadi kurang kondusif bagi kegiatan perkuliahhan. Secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses perkuliahhan.
3) Orang tua senantiasa berharap di kampus anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan dan disiplin. Dengan demikian, anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.
4) Disiplin merupakan jalan bagi mahasiswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang.

Ahli lain, Singgih D. Gunarsa (1992:137) menyatakan sebagai berikut.
Disiplin perlu dalam mendidik anak supaya anak dengan mudah :
1) Meresapkan pengetahuan dan pengertian sosial antara lain mengenai hak milik orang lain.
2) Mengerti dan segera menurut, untuk menjalankaan kewajiban dan secara langsung mengerti larangan-larangan.
3) Mengerti tingkah laku yang baik dan buruk.
4) Belajar mengendalikan keinginan dan berbuat sesuatu tanpa merasa terancam oleh hukuman.
5) Mengorbankan kesenangan sendiri tanpa peringatan dari orang lain.
NO
Pengaruh
Persentase
1
Lingkungan Keluarga
40 %
2
Lingkungan Sekolah
35 %
3
Lingkungan Masyarakat
25 %



2.2            Pembahasan

Menurut Rachman (1999:168) menyatakan Disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya. Effendi dan Praja (985: 102) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh kebiasaan, pengetahuan, sikap dan sesuatu yang baru sebagai hasil pengalaman yang dilaluinya. Jadi disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.
Implikasi disiplin belajar mahasiswa dalam lingkungan perkuliahhan saat ini belum sesuai dengan apa yang di harapkan karena masih ada mahasiswa yang belum menjalankan disiplin belajar secara sungguh – sungguh, mereka masih sering melakukan pelanggaran – pelanggaran dan tidak menaati peraturan yang berlaku.
 Menurut Hurlock, (1999: 82) indikator disiplin belajar adalah sebagai
berikut :
1. Disiplin belajar disekolah memiliki indikator sebagai berikut :
a) Patuh dan taat terhadap taat tertib belajar di sekolah
b) Persiapan belajar
c) Perhatian terhadap kegiatan pembelajaran
d) Menyelesaikan tugas pada waktunya.
- kehadiran di kelas
- motivasi belajar
- partisipasi dalam kelas
- etika dan sopan santun
- kerapian berpakaian
- belajar beberapa jam setiap hari
- menyimak dengan sungguh2 setiap pelajaran
            berdasarkan indicator di atas masih ada mahasiswa yang tidak sesuai dengan indicator – indicator yang menunjukan bahwa mahasiswa tersebut tidak disiplin dalam belajar.
Maka Untuk membentuk satu sikap hidup disiplin, perbuatan dan kebiasaan dalam mengikuti, menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku, orang dapat mengembangkannya melalui kesadaran diri dan kebebasan dirinya dalam menaati dan mengikuti aturan yang ada Disiplin diperlukan oleh siapapun dan dimanapun. Hal itu disebabkan dimanapun seseorang berada, di sana selalu ada peraturan atau tata tertib. Disiplin mendorong siswa belajar secara kongkrit dalam praktik hidup di sekolah maupun di rumah.

2.3            Solusi Permasalahan

Seorang mahasiswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih memacu dan tahan lama, dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain. Seorang mahasiswa yang bertindak disiplin karena ada pengawasan ia akan bertindak semaunya dalam proses belajarnya apabila tidak ada pengawas. Karena itu perlu ditegakkan di bangku perkuliahhan berupa koreksi dan sanksi.
Apabila melanggar dapat dilakukan dua macam tindakan yaitu koreksi untuk memperbaiki kesalahan dan berupa sanksi. Keduanya harus dilaksanakan secara konsisten untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan pelanggaran terhadap norma dan kaidah yang telah disepakati bersama. Hal ini dilakukan mengingat orang cenderung berperilaku sesuka hati. Begitu pula di lingkungan keluarga. Disiplin perlu diajarkan kepada anak sejak kecil oleh orang tuanya. Anak yang dididik disiplin, perlu mendapatkan perlakuan yang sesuai / sepatutnya bagi orang yang belajar. Apabila anak telah mengetahui kegunaan dari disiplin, maka mahasiswa sebagai manifestasi dari tindakan disiplin akan timbul dari kesadarannya sendiri, bukan merupakan suatu keterpaksaan atau paksaan dari orang lain. Sehingga mahasiswa tersebut akan berlaku tertib dan teratur dalam belajar baik di sekolah maupun di rumah. Dan akan menghasilkan suatu sistem aturan tata laku. Dimana mahasiswa selalu terikat kepada berbagai peraturan yang mengatur hubungan dengan lingkungan perkuliahhannya dan lingkungan keluarganya.

BAB III SIMPULAN DAN SARAN

3.1  Simpulan

Disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan atau tata tertib yang berlaku untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. berdasarkan indicator disiplin yang ada masih ada mahasiswa yang tidak sesuai dengan indicator – indicator yang menunjukan bahwa mahasiswa tersebut tidak disiplin dalam belajar.
Maka Untuk membentuk satu sikap hidup disiplin, perbuatan dan kebiasaan dalam mengikuti, menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku, orang dapat mengembangkannya melalui kesadaran diri dan kebebasan dirinya dalam menaati dan mengikuti aturan yang ada Disiplin diperlukan oleh siapapun dan dimanapun. Hal itu disebabkan dimanapun seseorang berada, di sana selalu ada peraturan atau tata tertib. Disiplin mendorong siswa belajar secara kongkrit dalam praktik hidup di sekolah maupun di rumah. Dan Seorang mahasiswa juga perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih memacu dan tahan lama, dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain.

3.2  Saran

sebaiknya semua mahasiswa yang ada harus memiliki sikap disiplin belajar yang tinggi agar dapat meningkatkan prestasi dalam perkuliahhan dan bisa menjadi mahasiswa yang berkualitas dan dapat di andalkan kelak akan berada dalam lingkungan masyarakat nanti.


 


LAMPIRAN


 










 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

6.      Hadi subrata (1998:58-62)
7.      Singgih D. Gunarsa (1987: 163), (Slameto, 1998:2).
8.      Gerakan Disiplin Nasional (GDN 1996:29-30)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar